https://journal.poltekkpbone.ac.id/index.php/jsalamata/issue/feed Jurnal salamata 2021-02-08T02:52:05+00:00 Muhammad Syahrir muhammadsyahrirpalanga@gmail.com Open Journal Systems <p>Jurnal Salamata adalah Jurnal Ilmiah yang diterbitkan oleh Pusat Penelitian dan Pengabdian Masayarakat (PPPM) Politeknik Kelautan dan Perikanan Bone dua kali setahun pada Bulan Juni dan Desember. Jurnal Salamata menerbitkan artikel atau karya ilmiah hasil penelitian dalam lingkup perikanan tangkap, budidaya perikanan, kelautan, manajemen sumber daya perikanan, pengolahan hasil perikanan, bioteknologi perikanan, oseanografi, sosial ekonomi masyarakat pesisir serta topik lainnya terkait isu perikanan dan kelautan.</p> https://journal.poltekkpbone.ac.id/index.php/jsalamata/article/view/15 Penentuan Padat Penebaran Optimal Pendederan Bandeng (Chanos chanos) dalam Hapa di Tambak Tanah Gambut 2020-08-13T08:42:13+00:00 Muhammad Syahrir muhammadsyahrirpalanga@gmail.com <p>Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan padat penebaran optimal pada pendederan bandeng dalam tambak tanah gambut.&nbsp;&nbsp; Padat penebaran yang dicoba adalah 200, 300, &nbsp;400&nbsp;dan 500 &nbsp;ekor&nbsp;per 1,0 &nbsp;m<sup>3</sup>, dengan sistem hapa dan masing-masing diulang tiga&nbsp; kali.&nbsp;Wadah pemeliharaan terbuat dari polyethylene denganukuran 0,8 mm dan dipasang pada patok bambu. Berat&nbsp;&nbsp;awal dan panjang total nener masing-masing adalah 0,01 g dan 16,3 mm. Selama pemeliharaan&nbsp; (21&nbsp;hari), nener diberi pakan remah, tiga kali sehari&nbsp; dengan dosis menurun dari 100 sampai 15% berat per hari. Pergantian air dilakukan setiap 2&nbsp; hari sekali&nbsp; secara garavitasi atau dengan menggunakan pompa.&nbsp; Hasil penelitian menunjukkan bahwa padat penebaran yang dicoba belum berpengaruh nyata(<em>p</em>&gt;0,05) terhadap pertumbuhan berat mutlak, laju pertumbuhan harian, kelangsungan hidup 96,18% dan rasio konversi pakan 1,9. Padat penebaran 400 ekor&nbsp; nener / m kubik&nbsp; memberi pertumbuhan absolut terbaik&nbsp; yaitu 0,27 g, pertumbuhan harian 18,1%, kelulusan hidup 96,18 %, biomassa 90,30 g&nbsp; dan konversi pakan 1,90.</p> 2020-06-24T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://journal.poltekkpbone.ac.id/index.php/jsalamata/article/view/16 Teknik Pengelolaan Kualitas Air Pada Budidaya Intensif Udang Vanamei (Litopeneus vanammei) Dengan Metode Hybrid System 2020-08-13T08:42:12+00:00 Diana Putri Renitasari dianarenitasari@gmail.com Muhammad Musa muhammadmusa@gmail.com <p>Kualitas air memegang peran penting dalam budidaya udang vaname. <em>Hybrid system</em> muncul sebagai perkembangan inovasi budidaya udang vaname karena kondisi perairan yang semakin menurun. <em>Hybrid system </em>berprinsip menjaga kestabilan kualitas air sehingga udang vaname hidup dengan nyaman dan pertumbuhan meningkat. Penelitian ini menggunakan metode deskritif di tambak udang Kota Probolinggo Provinsi Jawa Timur. Hasil penelitian menujukkan bahwa suhu, salinitas, kecerahan dan pH pada pagi hari cenderung lebih rendah dibandingkan dengan sore hari. Kisaran ammonia 0.002-0.003 mg/l, Oksigen terlaut pada titik terendah yakni berkisar sekitar 5-6 mg/l, sore hari 7-8 mg/l. Pengelolaan kualitas air dilakukan dengan menggunakan pemberian kapur CaCo<sub>3</sub>, safonin dan penyifonan serta keseimbangan antara bakteri autotrof dan heterotrof untuk menjaga kualitas air. Pengamatan anco setiap kali pemberian pakan bertujuan untuk mengetahui nafsu makan udang, sehingga pakan yang diberikan tidak berlebihan dan berdampak pada penurunan kualitas air. Berdasarkan pengamatan kualitas air setiap hari pada tambak cenderung stabil atau tidak ada perubahan yang fluktuatif. System ini dapat dijadikan sebagai rekomendasi untuk pemeliharaan udang vaname.</p> 2020-06-24T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://journal.poltekkpbone.ac.id/index.php/jsalamata/article/view/17 Pendugaan Musim Penangkapan Ikan Cakalang (Katsuwonus pelamis) dengan Alat Tangkap Pancing Ulur yang Didaratkan di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Oeba Kupang 2020-08-13T08:42:12+00:00 Susy Herawaty susyherawaty17@gmail.com Hadjrah Arifin hadjraharifin@gmail.com Luthfiah Usman luthfiahusman@gmail.com <p>Provinsi Nusa Tenggara Timur memiliki potensi sumberdaya ikan yang sangat beragam jenisnya. Ikan cakalang (<em>Katsuwonus pelamis</em>) tergolong sumberdaya perikanan pelagis penting dan merupakan salah satu komoditi ekspor yang di daratkan di Pangkalan Pendaratan Ikan Oeba Kupang. Sumberdaya perikanan ini sudah dieksploitasi dan dimanfaatkan terus menerus hingga sekarang. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji musim penangkapan ikan cakalang di PPI Oeba Kupang, berdasarkan alat tangkap pancing ulur. Metode yang digunakan untuk pendugaan musim penangkapan ikan cakalang yaitu survey dengan pendekatan deskriptif. Data yang dikumpulkan adalah data produksi, data jumlah kapal perikanan, data jumlah alat tangkap/trip penangkapan pancing ulur dari tahun 2013-2017. Data dianalisis menggunakan Metode Persentase Rata-rata (<em>The Average Percentage Methods</em>) yang didasarkan pada Analisis Runtun Waktu (<em>Times Series Analysis</em>). Dari hasil analisis di dapat Indeks musim cakalang terjadi pada bulan Juni 116,42%, Agustus 109,61%, September 103,98% dan November 133,20%. Puncak indeks musim penangkapan cakalang terjadi pada bulan Oktober 297,60%.</p> 2020-06-24T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://journal.poltekkpbone.ac.id/index.php/jsalamata/article/view/18 Komposisi Jenis Lamun di Perairan Tanjung Palette dan Tangkulara, Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan 2020-08-13T08:42:12+00:00 Khairul Jamil khairuljamil@gmail.com Agus Surachmat agussurachmat@gmail.com Dwi Rosalina myrafirifky@gmail.com Katarina Hesty Rombe katarinahestyrombe@gmail.com Ali Imran aliimran@gmail.com <p>Padang lamun merupakan ekosistem perairan dangkal yang kompleks, memiliki produktivitas hayati yang tinggi. Oleh karena itu padang lamun merupakan sumberdaya laut yang penting baik secara ekologis maupun secara ekonomi. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui komposisi jenis lamun yang ada di Perairan Tanjung Pallette dan Tangkulara. Penelitian ini dilakukan selama dua bulan, mulai bulan Agustus sampai September 2019. Pengambilan data lamun dilakukan di dua titik dengan masing-masing tiga kali ulangan. Pengambilan data lamun menggunakan metode transek garis dan kuadran. Parameter kualitas yang diambil adalah suhu, arus, kecerahan, pH, dan salinitas. Hasil penelitian menujukkan bahwa terdapat 5 spesies lamun yang ditemukan di Perairan Pallette dan Tangkulara, yaitu <em>Enhalus acoroides</em>, <em>Thalassia hemprichii</em>, <em>Halodule uninervis</em>, <em>Cymodocea rotundata</em>, dan <em>Halophila</em> sp. Penutupan jenis lamun tertinggi pada Perairan Pallette adalah <em>Thalassia hemprichii</em> sebesar 22,67% sedangkan penutupan lamun tertinggi pada Perairan Tangkulara adalah <em>Cymodocea rotundata</em> sebesar 25,6 %. Data kualitas air yang diambil menunjukkan masih optimal untuk lamun bertumbuh.</p> 2020-06-24T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://journal.poltekkpbone.ac.id/index.php/jsalamata/article/view/19 Studi Pembesaran Ikan Kerapu Bebek (Chromileptes altivelis) dalam Keramba Jaring Apung di Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Ambon 2020-08-13T09:07:41+00:00 Desilina Arif adesiln@yahoo.co.id Yip Regan malaleo37@gmail.com <p>Tujuan pengamatan dalam studi ini adalah untuk mengetahui teknik pembesaran dan laju pertumbuhan ikan kerapu bebek (<em>Chromileptes altivelis</em>) dalam Keramba jaring apung (KJA) mulai dari ukuran benih sampai ukuran konsumsi, dan kendala kendala yang dihadapi. Pengamatan dilakukan terhadap satu kurungan yang berukuran awal 1x1x1 m<sup>3 </sup>,kemudian menjadi 3x3x3 m<sup>3 </sup>menjelang dewasa. Bahan kerangka&nbsp; terbuat dari kayu besi, dan pelampung dari drum plastik. Unit KJA ini ditempatkan di Teluk Ambon Bagian Dalam (TAD). Kedalam keramba ditebar benih ukuran 8,80 g, kepadatan 50 ekor/m<sup>3</sup>. Diberipakan rucah, terdiri dari campuran ikan teri <em>(Stolephorus spp)</em> dan ikan layang <em>(Decapterus sp) </em>dengan dosis 6-10 % dari total biomassa. Frekuensi pemberian 2x/hari pada pukul 08.00 pagi dan 17.00 sore. Untuk mengetahui pertumbuhan setiap bulan dilakukan pengambilan sampel dan penghitungan menggunakan rumus <em>Yamaguch</em>i ,yang diikuti pengamatan kualitas air sebanyak 1x/minggu. Hasil pemeliharaan selama 12 bulan diperoleh berat rata-rata 364,58 g/ekor, laju pertumbuhan harian 0,5 % dan menghasilkan Nilai <em>konversi </em>pakan 11,5 serta kelulusan hidup sebesar 52%. Kendala yang dihadapi dalam pembesaran ini diantaranya adalah: 1). Konversi pakan yang tinggi; dan 2). Adanya persaingan dalam hal kepentingan masyarakat yang juga mengkonsumsi ikan rucah. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa pembesaran kerapu bebek dalam KJA di Balai&nbsp; Budidaya Laut (BBL) Ambon secara teknik telah berhasil. Namun demikian kegiatan ini masih bersifat pengujian untuk memperoleh informasi teknis sebagai langkah awal untuk mendapatkan informasi dalam rangka pengembangan budidaya terutama budidaya ikan di laut dengan wadah kaeramba jaring apung (KJA).</p> 2020-06-24T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://journal.poltekkpbone.ac.id/index.php/jsalamata/article/view/20 Pemanfaatan Aplikasi Google Earth Untuk Evaluasi Perbedaan Koordinat Dan Tampilan Peta GPS Yang Digunakan Nelayan di Teluk Bone 2020-08-25T02:35:08+00:00 Arham Rumpa arhamrumpa@yahoo.co.id Kharudin Isman khairudinisman@gmail.com Tamrin Tamrin tamrin@gmail.com Paduartama Tandipuang paduartamatandipuang@gmail.com <p>Tujuan penelitian ini adalah menguji perbedaan posisi koordinat dan jarak <em>Google Earth Pro</em> terhadap beberapa GPS kondisi statis (diam). Uji Perbedaan posisi koordinat dan jarak GPS Garmin 585 terhadap GPS Furuno GP32 Kondisi real time (jalan) dan&nbsp; Uji tampilan peta <em>Google Earth Pro</em> terhadap tampilan peta eletronik GPS Garmin 585 dan Peta Laut kertas.&nbsp; Metode yang di gunakan adalah observasi dimana peneliti mengadakan pengamatan secara langsung terhadap posisi lokasi koordinat suatu tempat. Data di analisis secara deskriptif&nbsp; dalam bentuk gambar dan tabel, untuk perhitungan nilai jarak di gunakan menu yang terdapat pada aplikasi <em>Google Earth Pro</em>. Hasil penelitian menunjukan bahwa &nbsp;titik koordinat dan tampilan berupa peta pada aplikasi <em>Google Earth Pro </em>kondisi statis (diam) dan <em>off line</em> dapat di aplikasikan untuk menentukan posisi suatu benda di permukaan laut, namun untuk kondisi kapal <em>real time</em> sulit untuk di aplikasikan di laut. GPS Garmin 585 kondisi statis dan real time akurasi koordinat lebih stabil dibandingkan dengan GPS Furuno GP 32. Uji akurasi beberapa alat navigasi GPS Garmin 585 pada berbagai tempat tidak ada masaalah dalam menentukan posisi koordinat suatu tempat, sedangkan peta eletroniknya itu sendiri yang berupa SD Card menunjukan adanya perbedaan tampilan masing-masing perangkat GPS Garmin 585.</p> 2020-06-24T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://journal.poltekkpbone.ac.id/index.php/jsalamata/article/view/21 Uji Tantang Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) Dengan Bakteri Vibrio harveyi yang Dipelihara Bersama Rumput Laut (Gracilaria verrucosa) 2020-09-03T07:15:17+00:00 Yunarty Yunarty yunarty@gmail.com Anton Anton anton@gmail.com Ardana Kurniaji ardana.kji@gmail.com <p>Intensifikasi teknologi budidaya udang vaname memicu timbulnya berbagai jenis penyakit. Salah satu jenis penyakit yang sering ditemukan adalah vibriosis yang disebabkan oleh bakteri <em>Vibrio harveyi. </em>Polikultur udang vaname dan rumput laut (<em>G. verrucosa</em>) diketahui memiliki potensi dalam meningkatkan kelangsungan hidup dan pertumbuhan udang vaname. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hasil uji tantang udang vaname dengan bakteri <em>V. harveyi </em>yang dipelihara bersama rumput laut (<em>G. verrucosa</em>). Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan 3 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan penelitian yakni penggunaan rumput laut dengan jumlah berbeda 400 gram/100 l air (P4), 800 g/100 l air (P8) dan kontrol (K) atau tanpa pemberian rumput laut. Variabel yang diamati berupa laju kematian udang vaname selama 10 hari uji tantang dan <em>relative percent survival</em> (RPS). Injeksi bakteri dilakukan pada segmen ketiga abdomen udang dengan konsentrasi bakteri 10<sup>6</sup>CFU/mL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kematian udang yang dipelihara tanpa rumput laut terjadi lebih awal dibandingkan dengan udang yang dipelihara dengan rumput laut yakni hari ke-4 dan hari ke-6 pasca infeksi. Kematian udang pada kontrol terus terjadi hingga hari ke-9, sedangkan kematian udang pada P8 hanya terjadi hingga hari ke-8 pasca infeksi. RPS pada semua perlakuan tidak berbeda siginfikan yakni P4 adalah 33.3% dan P8 adalah 41.7%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa polikultur rumput laut (<em>G. verrucosa</em>) dan udang vaname berpotensi dalam proteksi udang vaname terhadap infeksi bakteri <em>V. harveyi.</em></p> <p>&nbsp;</p> 2020-06-24T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://journal.poltekkpbone.ac.id/index.php/jsalamata/article/view/25 Kultur Biofilm Spirulina sp. dengan Flash chamois synthetic Sebagai Substrat 2021-02-08T02:52:05+00:00 Zainal Usman zauspemtis@gmail.com Budiyati Budiyati budiyati@gmail.com Siti Aisyah Saridu aisyahsaridu@gmail.com Eriyanti Wahid eriyantiwahid@gmail.com <p><em>Microalgae in aquaculture are mainly used as natural food for fish and shrimp larvae and as the main food in shellfish cultivation. In addition, microalgae flour has also begun to be tested for its use as a protein source in artificial feed. The challenges in microalgae biomass production were harvest efficiency and the high amount of water demand. One of the efforts to increase biomass production and to minimize water use was by culturing microalgae biofilms. This research was conducted at Politeknik Kelautan dan Perikanan Bone by examining the use of substrate to grow Spirulina sp. biofilm. The study was conducted following a completely randomized experimental design with two treatments, such as culture with the substrate in the form of synthetic flash chamois and culture without substrate (conventional). Spirulina sp. was cultured for 7 days and its productivity was measured based on dry weight. The results showed that the dry weight of Spirulina sp. cultured with substrate and without substrate was significantly different (P &lt;0.05). The results of this study indicated the potential use of flash chamois synthetic as substrate in the culture of Spirulina sp. biofilm.</em></p> 2020-06-30T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement##